Lewati ke konten
blabak.

Kabut Asap Lumpuhkan 2.458 Penerbangan, dan Rp22 Miliar Itu Baru Permukaan Kerugiannya

Karhutla batalkan 1.324 penerbangan dan meluas ke Sulawesi, Maluku, 16 bandara Papua. Kerugian resmi Rp22 miliar cuma secuil dari dampak sesungguhnya.

Yusuf FS10 menit baca

Ringkasan Cepat

  • Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) musim ini sudah mengganggu 2.458 penerbangan domestik sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026 β€” 1.324 di antaranya batal atau ditunda, dan lebih dari 80 persen gangguan itu ternyata terjadi di langit Papua, bukan Kalimantan atau Sumatera yang biasa jadi sorotan.

  • Kerugian maskapai yang diumumkan resmi, lebih dari Rp22 miliar, cuma mencakup bulan September dan hanya empat bandara di Jawa-Lampung β€” di luar kerusakan yang jauh lebih luas di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang justru jadi pusat krisis.

  • Lembaga riset CELIOS menaksir total kerugian ekonomi karhutla 2026 bisa tembus Rp123,1 triliun hanya sampai Agustus β€” setara hampir separuh nilai ekonomi tahunan Kalimantan Tengah.

  • Lebih dari 283 ribu orang di tujuh provinsi terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), dan 1,43 juta murid terpaksa belajar dari rumah.

  • Asap ini sudah jadi isu diplomatik lintas negara β€” Singapura mencatat kualitas udara terburuk di dunia, Malaysia menutup ratusan sekolah, dan masalah ini akan dibawa ke meja ASEAN pada November 2026.

Dari Riau ke Raja Ampat: Asap yang Tak Mau Berhenti

Kalau kamu membaca headline soal karhutla bulan lalu dan mengira masalahnya sudah lewat, kabar buruknya: justru sedang meluas. Antara 13 dan 17 Oktober 2026, kabut asap yang semula terkonsentrasi di Sumatera dan Kalimantan merambat ke Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara β€” menambah tujuh bandara di Sulawesi (Palu, Morowali, Luwuk, Tolitoli, Kolaka, Baubau, Tana Toraja) dan empat bandara di Maluku ke daftar yang sudah panjang.

Angka totalnya, menurut Kementerian Perhubungan: 2.458 penerbangan berjadwal terdampak sejak 11 Agustus. Rinciannya β€” 1.080 penerbangan terlambat, 1.324 batal atau ditunda, 22 dialihkan ke bandara lain, 6 kembali ke bandara asal, dan 26 malah dimajukan jadwalnya untuk menghindari asap yang makin tebal menjelang sore. Di luar itu, 14 penerbangan internasional dibatalkan (12 rute Singapura-Pontianak dan 2 rute Singapura-Palembang), plus 22 penerbangan perintis β€” rute subsidi ke wilayah terpencil yang sering jadi satu-satunya akses β€” termasuk dua penerbangan kargo.

Ini bukan kebakaran biasa. Luas lahan yang terbakar Januari-Juli 2026 tercatat 202.004 hektare β€” naik 69 persen dibanding periode sama tahun 2025, dan sudah melampaui Januari-Juli 2023 (92.924 hektare) maupun 2019 (137.007 hektare), dua tahun yang selama ini jadi acuan "krisis asap terburuk". Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat titik panas (hotspot, lokasi yang terdeteksi satelit punya suhu permukaan tinggi sebagai tanda awal kebakaran) berfluktuasi liar hari ke hari β€” 1.297 titik pada 14 Oktober, lalu 478 titik pada 16 Oktober, dengan Sumatera Selatan konsisten menyumbang jumlah tertinggi. BMKG sendiri memprakirakan cuaca kering masih berlanjut hingga 24 Oktober, terutama di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara β€” artinya belum ada tanda musim ini akan segera berakhir.

Papua: 80 Persen Gangguan yang Jarang Jadi Headline

Di sinilah angka yang paling mengejutkan tersembunyi. Dari total 2.458 penerbangan terganggu secara nasional per 17 Oktober, data Kementerian Perhubungan untuk Papua saja β€” per 13 Oktober, empat hari sebelum angka nasional final β€” sudah mencatat 2.021 penerbangan terdampak. Artinya, sebagian besar krisis penerbangan karhutla tahun ini bukan terjadi di Kalimantan atau Sumatera yang biasa mendominasi pemberitaan, tapi di langit Papua.

Enam belas bandara di Papua kena dampak: Sentani di Provinsi Papua; Mozes Kilangin Timika, Ilaga, dan Ilu di Papua Tengah; Wamena, Oksibil, dan Dekai di Papua Pegunungan; serta sembilan bandara di Papua Selatan termasuk Mopah (Merauke), Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, dan Mindiptanah. Hampir semua bandara ini bukan sekadar pilihan β€” bagi warga di pedalaman Papua Pegunungan dan Papua Selatan, pesawat adalah satu-satunya jalur masuk-keluar karena tidak ada jalan darat yang menghubungkan ke kota besar.

Itu artinya ketika penerbangan batal di sana, dampaknya bukan cuma soal liburan tertunda. Pasokan bahan pokok, obat-obatan, dan BBM yang biasa diangkut pesawat perintis ikut tersendat. Sembilan ratus sembilan belas keterlambatan dan 1.067 pembatalan/penundaan di Papua dalam periode yang sama bukan statistik abstrak β€” itu desa-desa yang menunggu logistik lebih lama, dan harga barang yang biasanya sudah mahal karena ongkos angkut udara, jadi lebih mahal lagi.

Rp22 Miliar yang Menipu: Kerugian Resmi Cuma Secuil

Angka Rp22 miliar yang banyak dikutip media sepintas terdengar besar. Tapi begitu dibedah, angka itu jauh lebih kecil dari yang seharusnya mewakili krisis sebesar ini β€” dan di sinilah biaya tersembunyi karhutla tahun ini sesungguhnya berada.

Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara Nasional Indonesia (INACA) mencatat sekitar 500 penerbangan dibatalkan sepanjang September 2026 akibat karhutla, dengan taksiran kerugian maskapai lebih dari Rp22 miliar. Tapi angka ini hanya mencakup empat bandara β€” Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Radin Inten II (Lampung Selatan), dan Soekarno-Hatta (Tangerang), sesuai area kerja asosiasi operator bandara (API) yang merilis data tersebut. Tidak ada satu pun bandara di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, atau Papua β€” padahal wilayah-wilayah itulah yang menanggung mayoritas dari 2.458 penerbangan terganggu nasional. Rp22 miliar juga belum menghitung kerugian pihak lain di ekosistem bandara: operator bandara, restoran dan kafe, taksi, hingga hotel di sekitar bandara yang kehilangan pelanggan setiap kali ada pembatalan.

Kalau angka resmi yang terverifikasi saja sudah terasa seperti puncak gunung es, bagaimana dengan taksiran yang lebih luas? Lembaga riset CELIOS menghitung total biaya ekonomi karhutla β€” bukan cuma penerbangan, tapi kerusakan aset fisik dan hilangnya aktivitas ekonomi secara umum β€” mencapai Rp29,54 triliun sepanjang Januari-Agustus 2026. Tambahkan biaya kesehatan: Rp9,75 triliun untuk kasus yang terdiagnosis resmi, melonjak jadi Rp93,56 triliun kalau menghitung juga warga yang bergejala tapi tidak sempat periksa ke fasilitas kesehatan. Totalnya, dalam skenario batas atas, Rp123,1 triliun β€” setara 49,1 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB, total nilai ekonomi yang dihasilkan suatu provinsi dalam setahun) Kalimantan Tengah pada 2026. Kalkulasi media lain berdasarkan data lebih baru memperkirakan kerugian ekonomi nasional sudah mencapai sekitar Rp167 triliun hingga pertengahan Oktober β€” setara 0,65 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional β€” dan bisa menembus Rp204 triliun atau 0,79 persen PDB kalau sisa musim kemarau ini menyerupai krisis 2015 dan 2019.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi CELIOS, menilai anggaran pemerintah untuk bencana ini belum memadai: keterbatasan ruang fiskal daerah membuat pemerintah daerah kesulitan menangani bencana yang berulang setiap tahun, sementara pengurangan transfer ke daerah untuk membiayai program prioritas lain justru melemahkan kemampuan pencegahan karhutla di lapangan. CELIOS meminta pemerintah menetapkan karhutla 2026 sebagai bencana nasional β€” status yang sampai pertengahan Oktober belum diberikan.

Ongkos Padam Api vs Anggaran yang Dipotong

Ironi lain muncul di sisi penanganan. Operasi water bombing (menjatuhkan air langsung ke titik api dari helikopter atau pesawat) sejak 20 April hingga 12 Oktober 2026 sudah melibatkan 5.035 sorti penerbangan dari 38 pesawat milik 11 operator berbeda. Biayanya tidak murah: hingga Rp3,6 miliar per jam, dan satu operasi gabungan yang berlangsung satu-dua minggu bisa menyedot hampir Rp29 miliar β€” kira-kira setara dengan seluruh kerugian maskapai bulan September yang jadi headline.

Yang membuat ini lebih rumit: anggaran operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk 2026 dipotong menjadi Rp491 miliar, turun tajam dari Rp2,1 triliun tahun sebelumnya. Perlu digarisbawahi, potongan ini spesifik untuk biaya operasional kantor dan administrasi β€” dana tanggap darurat (Dana Siap Pakai) BNPB yang dipakai langsung untuk memadamkan api tetap tersedia sekitar Rp5 triliun dan bisa ditambah jika eskalasi memburuk, jadi bukan berarti BNPB kehabisan amunisi untuk water bombing. Tapi pemotongan anggaran operasional di tengah musim karhutla terparah dalam beberapa tahun tetap jadi bahan kritik β€” termasuk dari CELIOS β€” karena menyangkut kapasitas koordinasi dan kesiapan jangka panjang, bukan cuma respons darurat musiman.

Asap yang Menyeberang Batas Negara

Dampak karhutla tahun ini juga sudah keluar dari urusan domestik. Singapura mencatat kualitas udaranya memburuk menjadi salah satu yang terburuk di dunia akibat asap kiriman dari Indonesia, sementara di Malaysia sekitar 200 sekolah dan fasilitas anak terpaksa ditutup. Anggota parlemen Malaysia bahkan mendesak ASEAN memberi tekanan diplomatik β€” termasuk tekanan finansial β€” ke Indonesia, dan isu ini dipastikan masuk agenda pertemuan ASEAN pada November 2026.

Singapura melangkah lebih jauh dengan mengambil tindakan administratif terhadap tujuh perusahaan yang lahan konsesinya diduga menjadi sumber asap, menggunakan Undang-Undang Pencemaran Kabut Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) yang berlaku sejak 2014. Bagi pelaku usaha Indonesia yang terkait rantai pasok kelapa sawit atau kehutanan dengan mitra di Singapura, ini bukan cuma soal reputasi β€” ada risiko hukum dan finansial nyata yang mengintai dari seberang perbatasan.

Siapa yang Menanggung Beban di Lapangan

Di balik angka-angka besar itu, ada orang-orang yang menanggung konsekuensi langsung. Lebih dari 283 ribu orang di tujuh provinsi tercatat mengidap ISPA sejak 18 Agustus hingga 13 Oktober 2026, dengan lebih dari 67 ribu di antaranya anak balita. Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan mencatat jumlah tertinggi, masing-masing di atas 74 ribu kasus. Sebanyak 1,43 juta murid terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ, belajar dari rumah lewat daring) per 1 September β€” Kendari termasuk salah satu kota yang menerapkannya, sementara Makassar meningkatkan kewaspadaan ISPA.

Bagi penumpang yang tiketnya batal, Kementerian Perhubungan menegaskan karhutla termasuk kategori force majeure (kondisi kahar di luar kendali maskapai) yang tetap mewajibkan maskapai memfasilitasi refund penuh atau reschedule β€” dengan potongan biaya administrasi 20 persen untuk layanan full service, 15 persen untuk medium service, dan 10 persen untuk layanan tanpa embel-embel (no-frills). Kemenhub juga menugaskan Kantor Otoritas Bandar Udara mengawasi kepatuhan maskapai dan menyiapkan sanksi bagi yang mangkir.

Apa Artinya Buat Kamu

Kalau Kamu Masih Karyawan dan Ingin Mulai Usaha

Kalau rencana usahamu menyentuh jalur udara β€” jasa titip barang, dropship dari Kalimantan atau Sulawesi, agen travel ke destinasi yang bergantung satu-dua maskapai saja β€” masukkan musim karhutla (biasanya Agustus-Oktober) sebagai variabel risiko musiman di rencana bisnismu, bukan kejadian luar biasa yang bisa diabaikan. Ini berulang setiap tahun dengan intensitas yang cenderung naik. Jangan taruh semua modal kerja di satu rute atau satu jenis logistik; kalau memungkinkan, petakan dulu rute alternatif (laut, darat, atau maskapai lain) sebelum terjun, dan hitung potensi keterlambatan pengiriman ke dalam proyeksi cashflow-mu, bukan sebagai asumsi "pasti lancar".

Kalau Kamu Sudah Punya Bisnis

Untuk bisnis yang sudah berjalan dan bergantung pada kargo udara β€” eksportir ikan dan udang dari Maluku atau Papua, pelaku pariwisata di Sulawesi, distributor yang mengandalkan penerbangan perintis ke pedalaman β€” ini saatnya menghitung ulang biaya tersembunyi yang selama ini mungkin kamu anggap "sekali-sekali saja". Pertimbangkan asuransi kargo untuk barang yang rawan rusak akibat penundaan panjang, siapkan buffer stok di gudang transit, dan komunikasikan risiko keterlambatan ke pelanggan di awal transaksi, bukan setelah barang terlambat. Kalau rantai pasokmu bersentuhan dengan sawit atau kehutanan dan punya mitra ekspor ke Singapura, cek ulang status lahan pemasokmu β€” tekanan hukum lintas batas yang sedang berlangsung bukan isapan jempol.

Kalau Kamu Tinggal di Daerah Terdampak

Kalau kamu atau keluargamu tinggal di salah satu wilayah yang disebut di atas, jangan tunggu sampai gejala ISPA muncul untuk waspada β€” anak balita dan lansia paling rentan, dan data menunjukkan jumlah kasus masih terus bertambah hingga pekan ini. Simpan masker yang layak (bukan masker kain biasa) dan pantau indeks kualitas udara di aplikasi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Kalau penerbanganmu batal akibat asap, kamu punya hak refund penuh dengan potongan administrasi yang sudah diatur β€” jangan ragu menagih hak itu ke maskapai, dan laporkan ke Otoritas Bandar Udara kalau maskapai menolak.

Yang Perlu Dipantau

  • Pertemuan ASEAN, November 2026 β€” apakah tekanan diplomatik dari Malaysia dan Singapura menghasilkan komitmen konkret atau cuma pernyataan bersama.

  • Keputusan status bencana nasional β€” CELIOS dan sejumlah legislator sudah mendesak; keputusan ini akan menentukan skala bantuan fiskal ke daerah terdampak.

  • Prakiraan BMKG untuk akhir Oktober β€” cuaca kering diperkirakan berlanjut hingga 24 Oktober; datangnya musim hujan di Sumatera dan Kalimantan jadi penentu kapan krisis ini benar-benar mereda.

  • Data Kemenhub untuk Oktober penuh β€” angka 2.458 penerbangan masih akan bertambah; perhatikan apakah tren mingguan menunjukkan perlambatan atau justru akselerasi seperti yang terjadi pertengahan bulan ini.

  • Tindak lanjut Singapura terhadap tujuh perusahaan yang disasar lewat Transboundary Haze Pollution Act β€” ini sinyal awal apakah tekanan hukum lintas batas akan meluas.

Penutup

Rp22 miliar yang jadi headline bulan ini bukan angka kerugian karhutla yang sesungguhnya β€” itu cuma bagian yang kebetulan mudah dihitung, dari empat bandara yang kebetulan tidak terkena asap paling parah. Kerugian yang sebenarnya tersebar di 16 bandara Papua yang jarang disebut, di ribuan keluarga yang antre obat ISPA, dan di anggaran daerah yang makin tipis setiap kali bencana ini berulang. Kalau kamu menunggu angka resmi yang "final" untuk mulai bersiap, kamu akan selalu kalah selangkah β€” karena di krisis seperti ini, bagian yang paling mahal selalu yang paling lama dihitung.

Sumber

  • Kompas.com β€” Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik, Asap Meluas hingga Sulawesi dan Sumut

  • CNN Indonesia β€” 16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla

  • Detik Finance β€” Dampak Karhutla Meluas, Penerbangan di Sulawesi-Sumut Terganggu

  • Kompas.id β€” Imbas Kabut Asap, Maskapai Perkirakan Kerugian Mencapai Puluhan Miliar Rupiah

  • Kompas.id β€” Mengapa Maskapai Penerbangan Menanggung Beban akibat Karhutla?

  • Katadata β€” Karhutla 2026 Lebih Luas dari 2023 dan 2019, El Nino Terkuat Mengintai

  • Tempo / RRI / Fortune Indonesia β€” Celios: Kerugian Akibat Karhutla Capai Rp123,1 Triliun

  • Money Kompas β€” Pertanian hingga Emisi Karbon, Ini Kerugian Ekonomi akibat Karhutla 2026

  • Okezone / IDX Channel β€” BMKG Catat 1.297 Titik Panas, Asap Terdeteksi di Sumatera, Kalimantan hingga Papua

  • CNN Indonesia β€” Kemenkes Catat 283.270 Orang Idap ISPA Akibat Karhutla

  • Kompas (Tren/Internasional) β€” Malaysia Ajak Negara ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap; Singapura Bisa Lakukan Tindakan Hukum ke Perusahaan Indonesia

  • Kompas TV β€” Penerbangan Batal Akibat Asap Karhutla, Apakah Penumpang Dapat Ganti Rugi?

  • Kontan / RCTI Plus β€” Update Penanganan Karhutla, Anggaran Bencana BNPB</markdown>