Minyak Anjlok 7% karena Damai AS-Iran, tapi Drone Houthi Bilang Ceritanya Belum Selesai
Minyak dunia anjlok 7% gara-gara sinyal damai AS-Iran, tapi drone Houthi masih menghantam Aramco. Apa artinya buat subsidi BBM dan rupiah?
Daftar isi10 bagian
Ringkasan Cepat
Pada 2 November 2026, harga minyak dunia anjlok tajam โ WTI turun 7,4% ke US$96,46/barel, Brent turun 7,6% ke US$104,77/barel, penurunan harian terbesar sejak akhir Juli โ setelah AS dan Iran membuka pintu diplomasi lewat mediasi Qatar dan Pakistan, meredakan perang yang sudah berjalan sekitar delapan bulan dan sempat mendorong Brent ke US$115โ117/barel bulan lalu.
Di jam-jam yang hampir bersamaan, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan drone baru ke bandara Dammam โ hanya puluhan kilometer dari kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran yang sudah pernah dihantam rudal Houthi pertengahan Oktober โ dan kembali mengancam fasilitas Aramco.
Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak 2027 (Brent dari US$80 ke US$88/barel) justru di tengah euforia damai, karena bank itu menghitung masih ada premi risiko (harga ekstra yang menempel karena pasar takut pasokan terganggu) sekitar US$27/barel yang belum hilang dari harga minyak saat ini.
Buat APBN 2027 Indonesia yang baru disahkan dengan asumsi minyak US$75/barel: bahkan setelah anjlok 7%, harga dunia masih US$21 di atasnya โ dengan aturan kasar Kementerian Keuangan (setiap US$1 di atas asumsi menambah beban sekitar Rp6,7โ6,8 triliun), gap ini saja setara lebih dari Rp140 triliun, lebih besar dari seluruh pagu subsidi BBM dan LPG 3 kg tahun depan (Rp131,39 triliun).
Rupiah yang sempat terancam menuju Rp19.000/US$ akibat minyak mahal (sempat melemah ke Rp18.135 akhir Oktober) mendapat ruang bernapas, tapi ekonom termasuk dari Oxford Economics tetap skeptis โ gencatan senjata serupa pada April 2026 kandas hanya dalam dua minggu.
Dua Kabar dalam Satu Hari yang Saling Membantah
Senin, 2 November 2026, pasar minyak dunia mengalami hari paling liar dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump menyebut Iran "ingin membuat kesepakatan." Menteri Luar Negeri Marco Rubio bilang Trump kini lebih memilih jalur damai ketimbang serangan militer lanjutan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjawab dengan nada serupa: Teheran ingin menyelesaikan ini lewat dialog, bukan rudal.
Negosiator Iran meninggalkan Doha, Qatar, pada Minggu malam setelah pembicaraan tidak langsung yang difasilitasi Qatar dan Pakistan. Sebuah draf proposal mulai beredar di antara kedua pihak. Iran bahkan mempercepat rencana tujuh langkahnya โ dari semula perlu seminggu jadi hanya dua hari โ yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan peninjauan program nuklirnya, dengan syarat AS mengakhiri blokade laut, mencabut sanksi, dan memastikan gencatan senjata regional penuh termasuk di Lebanon.
Pasar bereaksi keras karena harga sebelumnya sudah menanggung "premi takut perang" yang besar. Sepanjang Oktober, Brent justru naik lebih dari 10%, bahkan menyentuh level tertinggi sejak Juni 2022 di kisaran US$115โ117 per barel, di tengah kekhawatiran serangan baru AS pasca pemilihan sela. Begitu sinyal damai muncul, sebagian dari premi itu langsung dilepas pasar dalam semalam โ itulah kenapa penurunannya bisa sampai 7%, jauh lebih tajam dibanding pergerakan harian normal minyak yang biasanya di kisaran 1โ2%.
Tapi di saat yang hampir sama, cerita lain berjalan paralel dan tidak sinkron dengan optimisme di Doha. Pada 1 November, koalisi pimpinan Saudi menyerang sumber daya rudal dan drone Houthi di Hodeidah dan Dhamar, Yaman. Houthi membalas dengan ancaman baru ke fasilitas Aramco dan peringatan ke maskapai internasional untuk menghindari wilayah udara Saudi. Sehari kemudian, juru bicara Houthi Yahya Saree mengklaim dua drone menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam โ lokasi yang berada dalam radius serangan dari kantor pusat Aramco di Dhahran dan terminal ekspor Ras Tanura.
Delapan Bulan yang Mengubah Peta Minyak Dunia
Untuk memahami kenapa pasar bisa segirang dan setakut ini dalam waktu bersamaan, perlu mundur sejenak. Perang AS-Iran ini bermula dari kampanye militer di sekitar Selat Hormuz โ jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari โ sejak Maret 2026. Trump sempat menyerukan blokade militer di jalur itu, lalu April memang terjadi gencatan senjata dua minggu. Tapi perjanjian itu kandas, dan pada 13 April Trump justru memerintahkan blokade laut AS terhadap Iran.
Dari situ eskalasi terus berlanjut: ranjau laut dibersihkan dari Hormuz pada Agustus, AS menyerang kapal tanker Iran pada September sebagai balasan serangan ke kapal dagang, dan harga Brent yang sempat hanya US$63 per barel di akhir 2025 melonjak lebih dari 80% sepanjang tahun ini. Jadi ketika headline bilang "harga minyak anjlok 7%," penting diingat: anjlok dari level yang sudah jauh di atas normal, bukan kembali ke harga tenang sebelum perang.
Yang membuat situasi sekarang beda dari eskalasi-eskalasi sebelumnya adalah lokasi sumber risikonya. Perundingan di Doha itu soal AS dan Iran โ negara dengan negara. Tapi serangan ke Aramco dan bandara Dammam datang dari Houthi, kelompok bersenjata di Yaman yang berperang melawan koalisi pimpinan Saudi, bukan langsung melawan AS. Houthi didukung Iran, tapi bukan bagian resmi dari meja negosiasi Doha โ artinya, bahkan kalau Washington dan Teheran benar-benar tanda tangan damai, itu tidak otomatis menghentikan kampanye Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi.
Drone yang Tidak Ikut Tanda Tangan Damai
Ini bagian yang paling sering hilang dari headline soal "harga minyak turun karena damai." Pada 14 Oktober, rudal balistik Houthi menghantam gedung kantor pusat Aramco di Dhahran, merusak tiga lantai teratas termasuk kantor eksekutif puncak perusahaan. Tidak ada korban jiwa, kebakarannya pun "terbatas" menurut Kementerian Energi Saudi โ tapi simbolismenya besar: ini jantung administratif salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, bukan sekadar fasilitas pinggiran.
Delapan hari kemudian, serangan drone dekat ladang Shaybah menewaskan dua orang dan mendorong Brent melonjak 4% ke US$113 dalam satu hari โ kenaikan harian terbesar dalam dua minggu saat itu. Lalu rentetan Nov 1-2 di atas: serangan koalisi, ancaman balasan Houthi ke Aramco, dan klaim serangan drone ke bandara Dammam โ semua terjadi di jam dan hari yang sama ketika dunia merayakan sinyal damai AS-Iran.
Paradoksnya jadi jelas: harga minyak turun karena ekspektasi, sementara ancaman riil di lapangan โ kapasitas Houthi menembak jauh ke jantung industri minyak Saudi โ tidak berkurang sama sekali. Aramco sendiri bilang operasi produksinya tidak terganggu oleh serangan-serangan ini. Tapi cukup bagi trader untuk tetap gelisah, karena sejarah menunjukkan serangan serupa pada Maret lalu pernah memaksa penghentian sementara kilang Ras Tanura yang memproses 550.000 barel per hari.
Kenapa Goldman Malah Menaikkan Ramalan Saat Harga Turun
Di sinilah letak kejutan yang jarang diangkat: tepat di hari yang sama dengan anjloknya harga, Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak Desember 2026 untuk Brent dari US$90 jadi US$105 per barel โ lebih tinggi dari harga pasar setelah anjlok 7% โ dan menaikkan rata-rata perkiraan 2027 dari US$80 jadi US$88 untuk Brent, serta US$73 jadi US$78 untuk WTI.
Logikanya begini: harga spot (harga transaksi hari ini) bergerak cepat mengikuti headline โ begitu ada kabar damai, harga langsung terkoreksi dalam hitungan jam. Tapi model proyeksi jangka panjang Goldman memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan sepanjang setahun penuh, dari konflik Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina yang masih berjalan. Karena waktu dan lokasi gangguan itu "hampir mustahil diprediksi" โ begitu kata Goldman โ bank itu kini menambahkan cadangan risiko gangguan pasokan sebesar 1 juta barel per hari ke skenario dasar 2027. Goldman menghitung, dari harga minyak saat ini, sekitar US$27 per barel adalah premi risiko murni, dan sebagian besar kenaikan harga Oktober memang didorong ketakutan gangguan pasokan, bukan perubahan permintaan riil.
Skeptisisme ini juga datang dari pengamat independen. Ryan Sweet, Kepala Ekonom Global Oxford Economics, menyebut arah pasar paruh kedua 2026 sangat bergantung pada apakah kesepakatan damai ini benar-benar bertahan โ bukan sekadar klaim. Seorang analis Fujitomi Securities bahkan lebih blak-blakan: investor tetap skeptis karena negosiasi AS-Iran "berulang kali gagal bahkan ketika kemajuan tampak di depan mata" โ rujukannya jelas, gencatan senjata April 2026 yang kandas hanya dalam dua minggu dan berujung blokade laut yang lebih keras. Ditambah lagi, syarat Iran sendiri โ tidak akan membuka Hormuz sebelum blokade AS dicabut โ adalah skenario ayam-dan-telur yang sudah beberapa kali menggagalkan pembicaraan serupa.
Dari Dhahran ke Dapur APBN
Buat Indonesia, sebagai negara net importir minyak (membeli lebih banyak minyak dari luar daripada menjual), gejolak harga seperti ini langsung menyentuh dua angka yang menentukan nasib anggaran negara: harga minyak dan kurs rupiah.
APBN 2027 yang baru disahkan DPR menetapkan asumsi harga minyak mentah US$75 per barel dan kurs Rp17.500 per dolar AS. Dari asumsi itu, subsidi energi dipangkas menjadi Rp261,5 triliun โ turun Rp11,4 triliun dari usulan awal pemerintah โ dengan subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kg sebesar Rp131,39 triliun untuk volume 19,56 juta kiloliter BBM.
Masalahnya, sepanjang 2026 harga minyak dunia hampir tidak pernah benar-benar berada di kisaran US$75. Saat perang memanas Maret lalu, Brent melonjak dari sekitar US$63 ke US$117 โ kenaikan 57% dalam sebulan. Oktober kemarin, harga kembali menyentuh US$115โ117. Bahkan setelah anjlok 7% pada 2 November, harga dunia (WTI US$96, Brent US$105) masih jauh di atas asumsi APBN 2027. Pakai aturan kasar Kementerian Keuangan โ setiap US$1 di atas asumsi menambah beban anggaran sekitar Rp6,7โ6,8 triliun lewat kenaikan biaya impor dan kompensasi ke Pertamina โ gap US$21 antara harga saat ini dan asumsi US$75 saja setara lebih dari Rp140 triliun. Bandingkan dengan seluruh pagu subsidi BBM dan LPG 3 kg tahun depan yang "hanya" Rp131,39 triliun: artinya, kalau harga minyak menetap di level sekarang saja โ bukan di level puncak Oktober โ beban tambahan dari selisih asumsi itu sendiri sudah lebih besar dari seluruh anggaran subsidi BBM-LPG yang disiapkan untuk 2027.
Rupiah pun tidak kalah tertekan. Kekhawatiran minyak US$100 sempat membuat rupiah terancam menuju Rp19.000 per dolar AS, dan pada 26 Oktober rupiah memang melemah ke Rp18.135 โ jauh di atas kisaran normalnya sebelum perang ini meletus, saat rupiah relatif tenang di kisaran Rp15.800โ16.300. Defisit transaksi berjalan (selisih antara uang yang masuk dan keluar dari perdagangan serta jasa dengan luar negeri) semester I 2026 sudah melebar ke US$16,1 miliar atau 2,2% dari PDB, dipicu antara lain oleh membengkaknya impor minyak. Setelah harga minyak anjlok dan dolar AS melemah pada 2-3 November, rupiah akhirnya mendapat sedikit ruang bernapas โ tapi "sedikit" adalah kata kuncinya, karena tekanan strukturalnya belum hilang, hanya mengendur.
Sementara itu, di level pompa bensin, pemerintah tetap menahan harga Pertalite di Rp10.000 dan Solar bersubsidi di Rp6.800 per liter hingga akhir 2026, sesuai komitmen menjaga daya beli masyarakat. Di titik harga minyak paling tinggi Oktober lalu, lembaga riset CORE Indonesia menghitung harga keekonomian (harga sebenarnya tanpa subsidi) Pertalite bisa mencapai sekitar Rp17.400 per liter โ artinya negara menanggung kompensasi sekitar Rp7.400 untuk setiap liter yang dibeli konsumen di harga Rp10.000. Begitu harga dunia reda, gap itu menyempit, tapi tidak hilang โ dan komitmen "tidak naik" ini baru dijamin sampai akhir Desember 2026, bukan sepanjang 2027.
Apa Artinya Buat Kamu
Kalau kamu masih karyawan dan ingin mulai usaha
Kalau rencana usahamu padat bahan bakar โ armada ekspedisi, jasa antar, transportasi online, atau apa pun yang marginnya sensitif terhadap harga solar โ jangan menghitung proyeksi biaya pakai harga minyak hari ini yang sedang murah karena euforia damai. Sejarah delapan bulan terakhir menunjukkan harga bisa naik 80% dalam setahun dan turun 7% dalam semalam. Hitung dengan asumsi konservatif (anggap saja harga bisa kembali ke US$110-120 kapan saja), masukkan klausul penyesuaian harga ke kontrak dengan klienmu, dan siapkan kas cadangan minimal 3-6 bulan biaya operasional sebelum serius masuk ke bisnis yang biayanya bergantung pada harga minyak dunia.
Kalau kamu sudah punya bisnis
Untuk pengusaha logistik, manufaktur, atau apa pun yang impor bahan bakunya terpengaruh kurs โ ini saat yang tepat meninjau ulang kontrak jangka panjang dan mempertimbangkan instrumen mengunci nilai tukar atau harga bahan bakar di awal (hedging), supaya tidak rugi besar kalau rupiah melemah lagi atau minyak melonjak balik. Pantau rilis Indonesian Crude Price (ICP, patokan harga minyak mentah Indonesia yang dipakai pemerintah untuk menghitung subsidi) setiap awal bulan dari Kementerian ESDM โ itu indikator paling cepat soal ke mana arah biaya energi domestikmu. Dan jangan berasumsi harga BBM bersubsidi akan tetap Rp10.000 selamanya: komitmen pemerintah baru terjamin sampai akhir 2026, sementara anggaran subsidi 2027 justru dipangkas di tengah asumsi harga yang sudah terbukti jauh di bawah realita sepanjang 2026.
Kalau kamu pekerja atau konsumen harian
Harga BBM bersubsidi yang stabil sekarang adalah pilihan politik yang dibiayai negara, bukan tanda bahwa tekanan sudah hilang. Kalau perundingan Doha gagal seperti gencatan senjata April lalu, harga minyak bisa kembali melonjak dalam hitungan hari, dan biaya transportasi serta barang-barang yang distribusinya bergantung truk diesel โ termasuk bahan pangan segar โ bisa ikut naik lebih cepat dari biasanya. Bijak menyisihkan sedikit ruang di anggaran rumah tangga untuk skenario itu, alih-alih berasumsi harga akan selalu seperti sekarang.
Yang Perlu Dipantau
Hasil lanjutan perundingan Doha: apakah draf proposal berubah jadi kesepakatan resmi yang ditandatangani, atau kandas seperti gencatan senjata April 2026 yang hanya bertahan dua minggu.
Aktivitas Houthi lanjutan terhadap fasilitas Aramco, kilang, dan bandara Saudi โ jalur ini berjalan independen dari meja negosiasi AS-Iran dan jadi indikator paling nyata apakah de-eskalasi benar-benar terjadi di lapangan.
Rilis ICP bulanan oleh Kementerian ESDM/Pertamina (biasanya awal bulan) untuk melihat dampak riil ke beban subsidi.
Data defisit transaksi berjalan kuartal III 2026 dari Bank Indonesia, yang akan menunjukkan apakah tekanan ke rupiah sudah mulai mengendur atau masih melebar.
Keputusan harga BBM bersubsidi 2027: apakah pemerintah memperpanjang komitmen "tidak naik" setelah APBN baru berlaku Januari, mengingat pagu subsidinya sudah dipangkas sejak awal.
Penutup
Harga minyak boleh anjlok 7% dalam semalam, tapi perang delapan bulan itu tidak berakhir hanya karena dua negosiator meninggalkan sebuah hotel di Doha dengan secarik draf di tangan. Yang berubah hari itu adalah harapan pasar, bukan kapasitas Houthi menembakkan drone ke jantung industri minyak Saudi, dan bukan juga beban yang sudah telanjur tertanam di asumsi APBN 2027. Kalau kamu mengelola bisnis atau sekadar dompet rumah tangga, aturan amannya sederhana: rayakan berita baiknya, tapi hitung rencanamu berdasarkan risiko yang masih nyata di lapangan โ bukan optimisme yang baru lahir kemarin dan sudah pernah mati dua minggu setelah lahir, April lalu.
Sumber
CNBC โ Oil prices fall as Iran, US pursue diplomacy
CNBC โ Goldman raises oil price forecasts for December and 2027
Oilprice.com โ Oil Prices Plunge as Draft Proposal to End US-Iran War is Circulated
Al Jazeera โ Iran pushing accelerated plan for ceasefire talks with US
US News โ Iranians have left Doha talks, draft proposal for US deal being circulated
PBS NewsHour โ Iran-backed Houthis strike Saudi oil company Aramco's headquarters
The National News โ Houthi attack hits Aramco's historic nerve centre in Saudi Arabia; Oil tops $110 as Houthi drone strike near Saudi Shaybah field rattles markets
House of Saud โ Saudi Coalition Strikes Houthi Missile and Drone Resources in Yemen; Houthis Claim 2 Drones Targeted Dammam Airport
Kompas.id โ Jerat Defisit Transaksi Berjalan; Defisit Transaksi Berjalan 2026 Berisiko Melebar
Kontan โ Minyak Dunia Naik dan Rupiah Melemah, Defisit APBN Berisiko Mendekati 3%
Money Kompas โ Subsidi Energi RAPBN 2027 Dipangkas Jadi Rp261 Triliun
Harian Jogja โ APBN 2027 Disahkan, Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas Rp11,4 Triliun
Bloomberg Technoz โ Minyak Terus Lewati US$100, Harga Asli Pertalite Diramal Rp17.400
Industry.co.id โ Harga BBM Hari Ini 3 November 2026
Antara News โ Rupiah menguat dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar AS